ASKEP KONJUNGTIVITIS PDF

informasi konjungtivitis terganggu. Bingung Lakrimasi ↑ Peradangan Pelebaran ↑ permebilitis pembuluh sel darah. Kurang TIO ↑ pengetahuan Mata terasa. ASKEP KONJUNGTIVITIS 5 – Download as Word Doc .doc /.docx), PDF File . pdf), Text File .txt) or read online. ASUHAN KEPERAWATAN – Free download as Word Doc .doc /.docx), PDF File .pdf), Text File .txt) or read online for free.

Author: Nikorisar Zubei
Country: Belgium
Language: English (Spanish)
Genre: Literature
Published (Last): 12 December 2012
Pages: 446
PDF File Size: 6.15 Mb
ePub File Size: 9.39 Mb
ISBN: 425-1-20371-412-4
Downloads: 57882
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shaktikora

Dengan mengetahui penatalaksanaan konjungtivitis, diharapkan makalah ini bermanfaat untuk mengetahui penatalaksanaan dari penyakit konjungtivitis. Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif konjjungtivitis lokasi, karakteristik, awitan atau durasi, frekuensi, kualitas intensitas atau keparahan, dan faktor presipitasinya.

Page 4 – Search KonjungtiVITIS –

Menjelaskan tentang pemeriksaan penunjang pada penderita Konjungtivitis 6. Nyeri Indikator 1 kobjungtivitis 3 4 5 Penurunan penampilan peran atau hubungan interpersonal Gangguan kerja, kepuasan hidup atau kemampuan untuk mengendalikan. Menjelaskan tetang penatalaksanaan pada pasien penderita Konjungtivitis 7.

Konjungtivitis Gonore mataFull description. Biasanya 4 disertai dengan pembentukan folikel sehingga disebut juga konjungtivitis folikularis.

  CEM SONETOS DE AMOR PABLO NERUDA PDF

Pasien mengatakan nyeri pada konjungtivotis matanya O: Sesuaikan frekuensi dosis sesuai indikasi dengan pengkajian nyeri dan efek sampingnya. Kanal schlemm tersumbat DO: Konjungtiva merupakan membrane mucus yang tipis dan transparan. Seluruh lobus otak, lobus oksipital, ditujukan khusus untuk menterjemahkan citra visual.

Sclera dapat dilihat lewat konjungtiva bulbi. Suatu peradangan konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, clamida, alergi atau iritasi dengan bahan-bahan kimia.

Penyakit ini merupakan penyakit mata yang paling umum di dunia. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.

Dengan mengetahui patofisiologi dari konjungtivitis, diharapkan makalah ini bermanfaat untuk mengetahui perjalanan penyakit konjungtivitis. Konjungtivitis merupakan salah satu penyakit yang rawan terjadi penggunaan antibiotika secara tidak rasional. Ambiguitas etiologi serta keyakinan bahwa konjungtivitis bakterialis membutuhkan peresepan obat, menjadi pemicu pengobatan hampir seluruh kasus konjungtivitis infeksi menggunakan antibiotika.

Beberapa jenis konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri, tetapi ada juga yang memerlukan pengobatan. Menjelaskan Epidemiologi Konjungtivitis 3. Etiologi Konjungtivitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya: Mata klien tampak hiperemia, berair dan Iskemia syaraf optic kotor.

askep konjungtivitis pdf converter

Libatkan pasien dalam modalitas pengurangan nyeri, jika mungkin. Metronidazole topikal Metrogel diberikan pada kulit TID juga efektif. Laporkan pada dokter jika tindakan berhasil atau jika keluhan saat ini merupakan perubahan yang bermakna dari pengalaman nyeri pasien di masa lalu. Pada anak-anak, tanda dan konuungtivitis sistemik bisa meliputi sakit tenggorokan dan demam. Dematitis dan ulserasi pada mulut dan Pada bayi, penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal dan umumnya mata bayi baru Keperawatan Medikal Bedah edisi 8.

  EN 10326 STEEL FILETYPE PDF

Resiko infeksi berhubungan dengan infeksi pada wib kelenjar air mata 3. Konjungtivitis, atau inflamasi konjungtiva, disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, alergi, atau reaksi zat kimiawi. Great thanks in advance! Konjungtivitis 4A osce ukdi. Pembengkakan ini disebabkan oleh infeksi konuungtivitis virus atau bakteri.

Menjelaskan Etiologi Konjungtivitis 3. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab.

Sikloplegik hanya dibutuhkan apabila dicurigai adanya iritis. Mansjoer Arif [et al.